Disebutkandalam sebuah hadits, "Berbuat baiklah kepada wanita, karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, sedangkan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas," dst. Mohon penjelasan makna hadits dan makna 'tulang rusuk yang paling bengkok adalah tulang rusuk yang paling atas'? Jawaban: Ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim Rasulullahsaw bersabda, "Berilah nasihat yang baik pada perempuan karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah pangkalnya. Jika kamu coba meluruskan tulang rusuk yang bengkok tersebut, maka dia akan patah. Namun jika kamu biarkan, maka dia akan tetap bengkok. Untuk itu nasihatilah para perempuan." Darirusuk yang diambil Tuhan pada Adam, dibangunNyalah seorang perempuan. Adam meresponi Hawa sebagai pemberian Tuhan. Hawa adalah anugerah Tuhan bagi Adam. Karena itu Adam berkata: "Inilah dia tulang dari tulangku dan daging dari dagingku" Lalu keduanya menjadi satu daging. Bahasa asli Ibrani untuk satu daging adalah "ekhad bassar Fast Money. Sebelumnya saya minta maaf, tulisan ini tidak bermaksud untuk mendiskreditkan Sobat yang mungkin punya kisah hidup seperti yang tertuang dalam tulisan ini. Ini adalah sebuah pemikiran saya yang coba saya bagi dsini untuk mendaptkan pencerahan dari teman-teman semua yang lebih paham tentang agama dan jodoh. Ijinkan saya membagikan permenungan Saya disini. Tulisan ini terinspirasi ketika Saya mendengar sebuah Bacaaan Kitab Suci pada hari Minggu beberapa bulan lalu, yang mengisahkan bahwa Allah menciptakan seorang wanita dari tulang rusuk seorang pria. Saya telah banyak berpikir dan berdiskusi dengan kalangan saya atas pertanyaan yang muncul setelah saya mendengar isi kitab ini. Dalam agama katholik jodoh diibaratkan dengan tulang rusuk seperti yang tertulis dalam kitab kejadian 2 21-22. Lalu ditegaskan pada ayat 23-24 “Lalu berkatalah manusia red;laki-laki itu Inilah tulang dari tulangku dan daging dari akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki. Sebab itu seorang laki2 akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya sehingga keduanya menjadi satu daging. Dari pernyataan pada ayat 23-24 ini, Artinya bahwa manusia pertama dan ke-2 hadir di taman eden pada waktu itu adalah merupakan pasangan suami istri. Mereka telah menjadi awal kita mengenal yang namanya jodoh, Pikirku. Selanjutnya kita akan menghubungkan dengan kenyataan zaman sekarang, bahwa ada pasangan suami istri yang telah menikah dimana seorang wanita yang berumur lebih tua dari pasangan laki-lakinya. Apabila kita analisa berdasarkan kisah penciptaan manusia dan penyebutan rusuk dalam kitab suci, maka dapat disimpulkan bahwa mereka bukanlah jodoh. Alasannya adalah Wanita lebih dahulu diciptakan. Artinya bahwa wanita ini tercipta dari tulang rusuk seorang laki-laki yang lebih tua darinnya. Ia harus mempunyai jodoh yang berumur lebih tua, walaupun hanya 1 detik dari waktu kelahirannya. Pria ini harus mempunyai istri yang berumur lebih muda darinya walau hanya satu detik dari waktu kelahirannya. Karena Allah akan mengambil tulang rusuk pria ini dan akan membentuk seorang wanita yang akan menjadi pasangan hidupnya, seperti yang tertulis dalam kitab kejadian. Demikian rangkuman hasil pemikiran yang masih sangat jauh dan dangkal ini. Mohon pikiran teman-teman di kolom komentar sehingga kita bisa sama-sama saling melengkapi..... Ustadz Abdul Somad menjelaskan maksud dari perempuan yang diciptakan dari tulang rusuk laki-laki. Hal itu disampaikan Ustadz Abdul Somad setelah mendapat pertanyaan dari peserta Kajian Musawarah mengenai poligami. Pertanyaan yang disampaikan seorang akhwat itu berkaitan dengan Hawa yang diciptakan dari tulang rusuknya Nabi Adam AS. Terkait dengan poligami, jika seseorang menikah sampai empat, UAS ditanya, sisa tulang rusuknya dari mana? "Kemudian, kalau memang diperbolehkan asal bisa adil, ini menurut Alquran sendiri tolak ukurnya bagaimana?," tanya peserta kajian. Menjawab hal itu, Ustadz Abdul Somad mengatakan, pertama bahwa hadits tentang perempuan diciptakan dari tulang rusuk bermakna kiasan. "Tulang rusuk melindungi jantung. Perempuan itu tulang rusuk. Laki-laki itu jantung. Maka perempuan yang melindungi laki-laki," kata UAS. Baca Ustadz Abdul Somad Jawab Soal Poligami & Makna Tulang Rusuk, UAS Ibu-ibu Jangan Takut dan Khawatir Baca Baru Nikahi Cut Meyriska, Roger Danuarta Minta Hal Ini ke Ustadz Abdul Somad UAS Baca Ustadz Abdul Somad UAS Ungkap Sosok Penghinanya yang Kemudian Memilih Masuk Islam Baca Ustadz Abdul Somad Dapat Pesan dari Jemaah, UAS Saya Tak Pernah Khawatir dengan Lidah Saya "Makanya dalam Alquran disebutkan perempuan menjadi pakaian bagi laki-laki. Menutupi segala cacat dan aib kekurangannya," lanjut Ustadz Abdul Somad. "Jadi jangan dipahami tekstual. Lalu sebelum nikah minta surat catatan dokter berapa yang hilang tulang rusuknya," kata UAS. Kedua, Nabi Muhammad SAW menikah dengan Khadijah monogami 25 tahun. Baru poligami sekitar 10 atau 12 tahun. "Mana yang lebih lama? Monogami," kata Ustadz Abdul Somad. Ustadz Abdul Somad melanjutkan jawabannya, yang ketiga mengenai QS Annisa ayat 3. Ayat itu berisi tentang menikahi perempuan dua, tiga dan empat. – Benarkah seorang pria dilarang menikah dengan perempuan yang sebaya atau lebih tua? Dasar ajaran ini ialah Adam diciptakan terlebih dulu bdk 1 Kor 118-9; 1 Tim 211-15 dan perempuan diciptakan dari tulang rusuk Adam Kej 221. Katherine, 085785788xxx Pertama, dalam kisah penciptaan Kej 24b-25, sering terjadi salah tafsir. Kata “manusia” Ibrani ho Adam langsung diartikan sebagai laki-laki, padahal dalam bahasa Ibrani ho adam berarti manusia pada umumnya. Jadi, kata “manusia” mewakili baik laki-laki maupun perempuan, belum dibedakan antara laki-laki atau perempuan. Yang dikatakan tentang manusia, berlaku baik untuk laki-laki maupun perempuan ay 4b sampai ay 20. Perlu ditegaskan bahwa perbedaan gender harus diletakkan di bawah kemanusiawian. Perbedaan gender muncul untuk mengerti manusia secara lebih mendalam. Dengan demikian, tidak bisa dikatakan bahwa laki-laki sudah ada terlebih dahulu sebelum perempuan. Mereka berdua diadakan secara bersama. Ini sesuai Kej 127, yang secara eksplisit menegaskan, baik laki-laki maupun perempuan diciptakan menurut citra Allah, sepadan martabat dan diciptakan secara bersamaan. Kedua, penciptaan manusia Hawa dari tulang rusuk manusia menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan berasal dari kesatuan yang lebih mendalam daripada perbedaan gender di antara mereka. Bisa saja Allah membuat sejak awal dua manusia, laki-laki dan perempuan. Tapi hal ini tidak dilakukan Allah, justru untuk menunjukkan kesatuan asali antara laki-laki dan perempuan. Jeritan kegembiraan Adam yang terkenal, “Inilah dia, tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku” Kej 223, bisa ditafsirkan bahwa manusia “terbangun dari tidurnya” dan mencapai kesadaran tentang perbedaan antara manusia sebagai laki-laki dan perempuan. Laki-laki mengenali dalam diri perempuan teman “yang sepadan” Kej 218, bukan yang lebih rendah, dan yang berbeda dengan binatang. Kesadaran akan kehadiran sesama yang sepadan ini mengatasi kesendirian asali Kej 218. Mereka menemukan maskulinitas dan femininitas yang saling melengkapi, dan karena itu mereka bisa bersatu. Jadi, Kej 221 tidak menunjukkan perempuan lebih rendah atau lebih muda daripada laki-laki. Laki-laki dan perempuan setara dan saling melengkapi. Ketiga, dari kisah penciptaan manusia, tidak bisa disimpulkan bahwa dalam perkawinan usia pria harus lebih tua daripada perempuan. Kisah penciptaan lebih berbicara tentang martabat dan sifat saling melengkapi dan sama sekali tidak merujuk kepada usia. Mengapa dalam agama Katolik pembaptisan dilakukan dengan cara pengucuran, bukan dengan penenggelaman baptis selam? Bukankah Yesus dibaptis di Sungai Yordan dengan baptis selam? Katarina Dyah Ayu, Pontianak Pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan memang dipandang sebagai model pembaptisan kristiani. Namun, mengikuti Yesus atau menjadi murid- Nya tidak diartikan meniru segala sesuatu yang dilakukan Yesus dalam arti harfiah. Sejak semula, para Rasul tidak hendak meniru tempat pembaptisan, yaitu Sungai Yordan, atau cara penggunaan air yaitu pembaptisan selam. Para Rasul melihat Sakramen Baptis sebagai kelahiran kembali, artinya melalui Sakramen Baptis manusia dilahirkan kembali dan dibarui oleh Roh Kudus Tit 35; Yoh 33-5; bdk 1 Ptr 1 Kelahiran kembali itu dilakukan melalui air, yaitu dengan ikut serta mati bersama Kristus dan dalam kebangkitan-Nya Rom 63-11. Dua fungsi alami air yaitu membersihkan dan memberi hidup, diangkat menjadi fungsi rohani Sakramen Baptis; membersihkan dari semua dosa dan memberikan hidup kekal. Jelas bahwa yang menjadi fokus bukan cara penggunaan air, dikucurkan, ditenggelamkan, dipercikkan, tetapi fungsi air itu, membersihkan dan memberi hidup. Juga bukan tempat yaitu Sungai Yordan yang memberi keselamatan. Petrus Maria Handoko CM

makna tulang rusuk dalam kristen